Bepergian ke luar negeri merupakan suatu kegiatan yang banyak dijadikan tujuan seorang warga negara Indonesia. Salah satu negara yang banyak dijadikan tujuan WNI adalah Australia. Selain karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Indonesia, Australia juga memberikan banyak kesempatan bagi WNI untuk bekerja sekaligus berlibur di negara kangguru tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya program Working Holiday Visa (WHV) yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah Australia.
Apa itu Working Holiday Visa?
Working Holiday Visa (WHV) adalah program yang diselenggarakan oleh pemerintah Australia yang memungkinkan seseorang berlibur panjang sambil bekerja di Australia selama 12 bulan. Selama di Australia, pemegang visa bebas memilih untuk bekerja penuh waktu, paruh waktu, menjadi sukarelawan, atau bahkan tidak bekerja sama sekali, sehingga programnya bisa disesuaikan dengan tujuan masing-masing peserta. Per 1 Juli 2026, diketahui kuota WNI untuk mendapatkan WHV sebanyak 5.000 peserta per tahunnya.
Australia sebenarnya menawarkan dua jenis visa working holiday, yaitu Working Holiday Visa (subclass 417) dan Work and Holiday Visa (subclass 462), di mana kelayakan seseorang bergantung pada kewarganegaraannya. Bagi pemegang paspor Indonesia, jalur yang berlaku adalah subclass 462.
Pintu Awal WHV: Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa (SDUWHV)
Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon pemegang WHV, mulai dari batas umur, kelengkapan dokumen, kemampuan bahasa dan finansial. Hal ini dibutuhkan untuk melengkapi persyaratan mendapatkan Surat Dukungan untuk Working holiday Visa (SDUWHV).
SDUWHV adalah dokumen yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Proses pengajuannya dilakukan secara daring melalui laman sduwhv.imigrasi.go.id, sesuai jadwal yang diinformasikan Ditjen Imigrasi lewat situs resmi dan kanal media sosialnya. Kuota SDUWHV sendiri dibuka tiap tahun, dengan jumlahnya diumumkan bersamaan dengan pengumuman waktu pembukaan pendaftaran.
Adapun persyaratan untuk mendapatkan SDUWHV adalah sebagai berikut:
Persyaratan Umum
- Pemohon berusia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun saat mengajukan SDUWHV;
- Telah menyelesaikan pendidikan tinggi minimal setara Diploma III, atau sudah kuliah minimal dua tahun di jenjang sarjana;
- Belum pernah menjadi peserta program Work and Holiday sebelumnya;
- Dapat menunjukkan bukti identitas, status kewarganegaraan, dan domisili yang sah;
- Mengantongi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari lembaga penyelenggara tes yang diakui;
- Dapat membuktikan ketersediaan dana untuk menopang kebutuhan hidup di awal masa tinggal di Australia;
- Dalam kondisi sehat jasmani dan memiliki catatan kelakuan baik;
- Tidak sedang terkena tindakan pencegahan oleh pihak keimigrasian.
Persyaratan Dokumen dan Finansial
- Pas foto terbaru dengan latar putih;
- Paspor yang masih berlaku setidaknya 12 bulan ke depan;
- Sertifikat kemampuan bahasa Inggris terbitan lembaga tes resmi;
- Bukti kualifikasi akademik, berupa ijazah, atau bagi yang masih berstatus mahasiswa aktif dan telah menempuh minimal dua tahun studi sarjana, dapat melampirkan surat keterangan aktif kuliah, kartu hasil studi semester 1 sampai 4, serta kartu tanda mahasiswa (seluruh berkas digabung dalam satu file PDF, maksimal 10 MB);
- Bagi lulusan Diploma III atau sarjana dari institusi pendidikan luar negeri, lampirkan ijazah beserta kartu hasil studi;
- Bukti saldo rekening minimal AUD 5.000 dalam bentuk surat keterangan bank; jika dana bersumber dari orang tua atau wali, sertakan juga Kartu Keluarga, KTP orang tua/wali, dan surat pernyataan bermaterai Rp10.000;
- Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen, juga bermaterai Rp10.000.
Persyaratan Kemampuan Bahasa
Syarat utama yang dibutuhkan untuk mendapatkan SDUWHV adalah skor International English Language Testing System (IELTS) dengan rata-rata keseluruhan komponen tes minimal 4.5. Namun, ada sertifikasi lainnya yang juga bisa dijadikan sebagai ajuan persyaratan SDUWHV, diantaranya:
- Canadian English Language Proficiency Index Program (CELPIP) General dengan skor keseluruhan minimal 5;
- Nilai total Michigan English Test (MET) minimal 38;
- Occupational English Test (OET) dengan skor keseluruhan minimal 1.020. Tes ini ditujukan khusus untuk tenaga profesional kesehatan, dan sistem penilaiannya yang dulu memakai huruf kini sudah berubah menjadi angka sejak 7 Agustus 2025;
- Skor total LANGUAGECERT Academic Test minimal 38;
- TOEFL iBT dengan nilai keseluruhan minimal 26, dengan catatan bahwa hasil TOEFL iBT yang terbit antara 26 Juli 2023 sampai 4 Mei 2024 tidak diterima untuk pengajuan visa Australia;
- PTE Academic dengan skor total minimal 24, berlaku juga untuk versi tes dengan nama sama yang diambil sebelum 7 Agustus 2025.
Aplikasi visa ke Departemen Dalam Negeri Australia
Setelah SDUWHV terbit, pendaftar baru bisa membuat akun ImmiAccount di situs resmi Home Affairs Australia online.immi.gov.au dan mengajukan visa subclass 462 secara daring, lengkap dengan pembayaran biaya visa dan unggahan dokumen pendukung. Adapun dokumen yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
- Formulir aplikasi online yang terisi lengkap, beserta biaya aplikasi visa.
- Paspor dengan masa berlaku minimal 12 bulan (fotokopi halaman biodata, visa, dan cap imigrasi), termasuk paspor lama jika ada.
- Pas foto terbaru dengan latar belakang putih.
- Surat dukungan (SDUWHV) dari Ditjen Imigrasi.
- Bukti keuangan yang cukup, biasanya minimal AUD 5.000, untuk mendukung biaya awal selama di Australia. Jumlah ini bisa bervariasi tergantung apakah pendaftar sudah memiliki tiket pulang-pergi, lama tinggal, dan tujuan keberangkatan; bukti yang dilampirkan berupa rekening koran yang telah dilegalisir.
- Bukti kualifikasi pendidikan (ijazah Diploma III/Sarjana, atau kartu hasil studi minimal 4 semester bagi mahasiswa aktif).
- Sertifikat kemampuan bahasa Inggris sesuai standar minimum di atas.
- Hasil pemeriksaan medis dan rontgen dari panel dokter resmi yang ditunjuk kedutaan.
- Kartu Keluarga, serta bagi dana dari orang tua/wali: KTP orang tua dan surat pernyataan bermaterai.
- Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen bermaterai.
Yang Perlu Diingat
- WHV bukan visa kerja profesional.
Visa ini dirancang sebagai program pertukaran budaya yang memungkinkan anak muda berlibur panjang sambil bekerja sementara, bukan jalur untuk bekerja tetap atau bermigrasi permanen ke Australia.
- SDUWHV tidak menjamin visa disetujui.
Ini hanya syarat administratif dari pihak Indonesia; keputusan akhir tetap ada di tangan Departemen Dalam Negeri Australia.
- Pantau jadwal kuota secara berkala.
Karena kuota terbatas dan berjalan first come first served, memantau pengumuman resmi di sduwhv.imigrasi.go.id dan media sosial Ditjen Imigrasi sangat penting agar tidak ketinggalan.
- Verifikasi ke sumber resmi.
Rincian biaya, kuota, dan syarat kerja regional dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga informasi final sebaiknya selalu dicek ulang di situs resmi Ditjen Imigrasi (imigrasi.go.id), Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dan Home Affairs Australia (immi.homeaffairs.gov.au).
Mengurus WHV memang membutuhkan persiapan yang panjang dan matang. Namun dengan kelengkapan dokumen dan persyaratan yang mumpuni, proses pengajuan visa bisa memiliki peluang dengan mempertimbangkan kuota WHV setiap tahunnya. Jika Anda membutuhkan asistensi untuk mengajukan WHV, kami siap membantu proses melengkapi dokumen dan pengajuannya.
Referensi:
- https://karawang.imigrasi.go.id/cek-sebelum-daftar-ini-syarat-resmi-pengajuan-sduwhv/
- https://indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/Checklist_WHol.html
- https://www.traveloka.com/id-id/explore/tips/pl-working-holiday-visa-australia/191486
- https://www.australia.com/id-id/youth-travel/working-holiday-visa/what-is-working-holiday-visa.html
- https://immi.homeaffairs.gov.au/visas/getting-a-visa/visa-finder/work
- https://immi.homeaffairs.gov.au/what-we-do/whm-program/status-of-country-caps